Masjid Al-Muttaqin Kaliwungu

Menara BaruMasjid ini didirikan pada tahun 1680 M oleh seorang Ulama yang bernama KH. Asy’ari atau lebih dikenal dengan nama Kyai Guru. Beliau adalah utusan dari kerajaan Mataram Islam (red. Jogja) untuk menyebarkan ajaran Islam di daerah Kaliwungu dan sekitarnya. Bahkan beliau sempat mendirikan Pesantren yang diantara santrinya yaitu KH. Soleh Darat Semarang dan KH. Musa Kaliwungu.

Masjid ini mengalami beberapa kali renovasi, renovasi pertama dilakukan oleh putra Kyai Guru, yaitu KH. Muhammad pada tahun 1780 M. KH. Muhammad merenovasi masjid ini dengan mengganti atap masjid yang semula memakai alang-alang daun dan kayu digantikan dengan seng. Adapun renovasi yang kedua pada tahun 1880 M dilakukan oleh KH. Abdullah yang juga masih keturunan Kyai Guru. KH. Abdullah mengganti atap yang tadinya dari seng menjadi genteng. Untuk renovasi yang ketiga dilaksanakan oleh keturunan Kyai Musa yaitu KH. Abdul Rasyid (ayah dari KH. Ahmad Badawi dan KH. Utsman) pada tahun 1922. KH. Abdul Rasyid merenovasi masjid Al-Muttaqin ini dengan menambahkan serambi, halaman dan parkir masjid. KH. Abdul Rasyid mewakafkan sebagian tanahnya untuk digunakan sebagai serambi, halaman dan parkir masjid. Kemudian renovasi  keempat  pada tahun 1952 M dilakukan oleh KH. Hisyam yang juga keturunan Kyai Guru.

Renovasi kelima pada tahun 1987 M dilaksanakan oleh panitia masjid terkait, yang diketuai oleh KH. M. Aqib Umar. Sedangkan renovasi yang keenam pada tahun 2009 M dilaksanakan oleh panitia masjid yang dipimpin oleh KH. Hafidzin Ahmad Dum juga masih keturunan Kyai Musa.

Be the first to comment on "Masjid Al-Muttaqin Kaliwungu"

Leave a comment

Your email address will not be published.